Tuhan itu maha tau dan maha adil

kalau sudah merasa hidup itu gak berpihak pada dirimu, hal yang menenangkan hati ini adalah selalu berfikir, betapa indah hidup yang sudah Tuhan beri untukku dan keluargaku.

Merasa diri kecil dan tak berarti kadang bahkan sering ada dalam diri ini, tapi yang selalu membuat senyum selalu mengembang dibibir ini adalah berfikir bahwa “Tuhan yang paling tau, Tuhan tidak pernah tidur dan Tuhan akan selalu bertindak adil untuk hidupmu”…amien…semoga…hanya ridhomu ya Allah yang aku cari…

aku menikah denganmu

Aku menikah denganmu bukan untuk kebahagiaan sesaat

Aku bersatu berjalan denganmu bukan untuk jiwa yang tercerai

Aku menggenggam tanganmu bukan untuk senyum yang terlukis

Aku menikah denganmu,

Demi hari-hari kedepan yang akan kita tempuh bersama

Demi marah yang yang akan aku teriakan

Demi duka yang akan kita bicarakan

Demi kesalahan yang akan kita maafkan

Demi khilaf yang tak akan terulang

Aku menikah denganmu karena aku akan menyelam, terjun, terpuruk, terjatuh, tergores, terobati atau apapun bersamamu

Tetapi di atas semua itu aku menikah denganmu karena

Aku mencintaimu…

Buku Cacuk Sudarijanto

gak sengaja dikasih buku “Belajar Tiada Henti” tulisan Pak Cacuk Sudarijanto

pertama biasa-biasa aja, tapi jadi semakin menarik karena didalam buku tersebut banyak nama-nama yang dikenal saat masih jadi TLH di PT. Telkom, dan karena buku itu jadi tau kenapa nama Cacuk demikian seringnya dulu digaung-gaungkan di Telkom, pdhal Pak Cacuk sudah lama sekali tidak menjabat menjadi direktur PT. Telkom waktu itu (thn 2000).

Isi bukunya menarik, gak cuman cerita soal perjalanan seseorang (Cacuk.red) tapi banyak yang bisa dipetik seperti :

membaca 30 menit

ho..ho..ho

sayang buku tersebut baru saya baca saat Pak Cacuk sudah almarhum…

Semoga beliau diberi kelapangan jalan oleh-Nya.

Tahun belajar

Tahun 2009 (akhir) dan thn 2010 ini bisa dibilang sebagai tahun pembelajaran diri….

banyak hal baru yang dipelajari, back to campus (insya Allah bisa terealisasi Feb nanti)

hal baru yang dipelajari akhir tahun kemaren dan awal tahun ini Pajak dan akuntansi, sebenarnya bukan hal-hal baru amat. Dulu sempet mempelajari dan mempraktekkannya tapi sudah lama sekali thn 1996 dan dipraktekkan thn 2001, fuih beneran blas lupa dimana UU dan peraturan tentang pajak dibuat tiap tahun jadi beneran blassss gak inget.

Akhirnya lantaran pengen tau tentang pajak dan belantaranya, mendaftarlah ke kursus brevet A dan B sejak akhir November kemaren, sayangnya KUP dan PPH 21 orang pribadi dan but pot belum dipelajari lantaran ketinggalan daftar dan baru mulai Februari besok, alhasil belum bisa bantuin temen-temen buat isi SPT Pasal 21 orang pribadi (padahal dah antrian banyak), dasar temen tau ada temennya yg lagi kursus langsung AM (azas manfaat) dipergunakan deh, yo wis gpp lah beramal aja.

Rencana back to campus pertengahan Februari, mudah-mudahan bisa terealisasi, setelah sempet maju mundur (tapi itu form teuteup belum dibalikkin) dasar emang pamalesan :(

November taun kemaren keinginan back to Campus sangat menggebu-gebu, entah kenapa ya Januari kemaren blas males, lantaran ngebayangin tiap hari mesti pulang jam 9 malem (kursus yang cuman Selasa dan Kamis ampe jam 8 malem aja, aseli males), kasian suami dan anak yang saban malem anter jemput. Hmmm kadang untuk mencapai sesuatu memang perlu support dari berbagai pihak.

Terima kasih tak terhingga buat keluarga kecil dirumah (Ay ‘n Fadhil) atas pengertiannya yang tiada tara, dimana sang istri / sang bunda lebih sering menghabiskan waktunya di kantor/tempat kursus atau ruang rapat-ruang rapat dari pada maen puzzle atau sekadar duduk-duduk menemani minum teh di sore hari…seperti kata puisi yang ditempel gede-gede dirumah :
“percayalah bahwa bunda sedang menyusun keping puzzle kehidupan kita…”

sedikitnya waktu yang dihabiskan bersama keluarga kadang membuat diri kita tersadar bahwa mereka (keluarga) adalah orang-orang terbaik yang sudah Tuhan pilih untuk menemani diri kita, dan dengan pengertian serta support dari mereka kita bisa tenang melangkah dan mencapai semua cita-cita kita.

Menjadi Jiwa yang Berani

Lama gak pernah nulis blog lagi…

Males…sibuk (klise)…repot tapi unsur males mendominasi banget.

Setelah libur lebaran ternyata ada satu decision penting nih…entah seberapa penting, tapi yang pasti rasanya lagi pengen ngubah arah angin…

Arah anginnya ya kehidupan ini, kalau boleh ngutip kata-kata Mario Teguh :

“Bukan kurangnya pengetahuan mu yang menghalangi keberhasilanmu, tetapi tidak cukupnya tindakanmu.

Maka jadilah jiwa yang berani”

Apa itu yang dari dulu banyak menyurutkan langkah kalau mau menghadapi sesuatu, tidak pernah berani untuk menjadi jiwa yang berani.

Apa pantas saat ini bila mengatakan “andai waktu diputar kembali” ah rasanya gak gitu deh…

Apa yang kurang? Apa?

Jawabnya gak ada.

Saat ini ada satu pertanyaan dalam benak, “bagaimana menjadi jiwa yang berani?”

Masih dicari jawabnya dan entah sampai kapan akan menemukannya.

Semoga Allah selalu meridhoi jalan dan kehidupan ini.

Selalu ada yang miss kalau arrange perjalan ke luar negeri

Gak tau oon, atau emang gak ngeh…

Disuruh booking tiket ke Singapore pake Airasia booking online, sebulan 5 hari sebelum keberangkatan. Dengan gagah berani tanpa tedeng aling-aling langsung klik-klik kesana kemari tanpa nanya lebih lanjut kalau ke perginya dari mana. Dan dasar kuper juga, gak nyangka kalau air asia ke singapore itu ada yg dari Bandung.

jadi dengan cueknya langsung booking dari Jakarta – Singapore…

udah anteng aja…sippp dipikirnya.

tgl 12 Juni saat siapin semua tiket-tiket, ternyata eh ternyata bos pinginnya dari Bandung, busyet mabok langsung, mana kursi Bdg – Sgpore udah full book, mana bos mau meeting dengan relasinya di Singapore jam 17.00 pdhal tiket yang kupesan baru berangkat dari Jakarta jam 18.00 tiba jam 20.35 waktu Singapore.

rasanya kalau hari itu ada yang mau ngubur gue pasti dengan senang hati deh, sumpe hayang ngaliang da.

lagi diklat gak bisa tidur karena mikirin tentang tiket tersebut, akhirnya hari Minggu jam 18.00 dapet juga itu pun dari Jakarta dimajukan penerbangannya ke jam 06.55 pagi dengan bayar finalty dan perbedaan harga kursi total seluruhnya Rp941,000/satu seat….

terus tiket pulangnya dari Singapore – Jakarta akhirnya harus dihanguskan karena boss pengennya pulang langsung ke Bandung.

Oooo.oooo…ooooo hari paling buruk dalam hidup tuh

Mudah-mudahan jadi yang pertama dan terakhir, dan gak akan terulang-ulang lagi hal-hal seperti ini…please deh confirm lagi sebelum meng-eksekusi sesuatu.

Nikmat dan indahnya bisa menikmati siang dirumah…

Banyak orang tidak pernah merasa bersyukur atas apa yang sudah Allah berikan pada kita semua…

- anak

- suami

- kehidupan ini

sepertinya kita selalu menganggap semua tidak adil.

Saat pagi masih harus bergumul dengan kain pel, katel, cucian kotor, piring kotor…sang ibu rumah tangga sering tanpa sadar menggerutu bahwa demikian menjemukannya lingkaran hidupnya. Karena pekerjaannya selalu berputar dari satu pekerjaan yang itu-itu saja…urusan rumah, sampai kadang sang ibu rumah tangga melihat tetangga-tetangganya yang kebanyakan bekerja diluar rumah seperti sang wonder woman hebat, saat mereka masih berdaster ria, sang tetangga sudah menor dengan pakaian trendi dan keren seperti wanita karier. Saat sapu yang masih ibu rumah tangga pegang sang tetangga sudah memegang handphone dan tas kerja yang keren.

Sang ibu rumah tangga tidak pernah tau, tangisan pilu sang tetangga yang dianggap wonder woman tersebut.  Sang wonder woman harus pergi, meninggalkan buah hati mereka pada orang asing atau terkadang buah hati harus ikut ke kantor karena pengasuh mereka pulang kampung. Buah hati mereka harus ikut keanginan dan kehujanan mengantar ibu-ibu mereka ke kantor, sementara anak-anak sang ibu rumah tangga sedang bermanis-manis duduk didepan televisi.

Kadang untuk sebagian orang hidup terasa tidak adil, cobalah belajar untuk mensyukuri apa yang sudah Tuhan kasih untuk kita semua.

hai, para ibu rumah tangga : berbahagialah karena dengan tugas muliamu dapat menjaga dan mengasuh anak-anakmu dari tanganmu sendiri.

hai, sang tetangga yang seperti wonder woman : berbahagialah setidaknya walau hatimu menjerit karena harus meninggalkan buah hatimu setiap hari, tapi kau selalu dianggap sang wonder woman oleh sebagian orang lain…

jadi inget tetangga pas liat aku lagi ngepel, sementara dia jemur, komentarnya : “kerjaan kok tiap hari gini-gini terus sih”, lah ibu enak sekarang ngepel entar langsung pergi ke kantor…he..h…eh..eh

kesuksesan : harta atau keluarga?

Apa parameter mengukur kesuksesan seseorang???

harta yang berlimpah ruah?

anak-anak yg berhasil dan berbakti pada orang tua?

atau apa lagi? tahta mungkin atau jabatan?

tergantung orgnya kale ya, kalau nanya ke aku suksesnya seseorang bisa diukur dari sebahagia apa dia dalam keluarganya?

semakin dia bahagia dalam keluarganya semakin sukses orang tersebut..

kyaaaa

sok bijak lu

Penderitaan saat harus lembur di kantor

Setiap harus lembur ampe pagi di kantor, pasti awal dari penderitaan…

Penderitaannya bukan karena harus begadang ampe pagi, tapi karena gak bisa tidur dengan nyaman setelah pekerjaan selese.

Pekerjaan biasanya selese jam 3 pagi, jadi sambil nunggu subuh bisa tidur dulu sebenernya 1 – 2 jam, tapi apa daya pernah punya pengalaman tidur dengan fasilitas seadanya malah bikin muntah-muntah begitu bangun pagi. Jadinya kapok…

terpaksa setiap selese jam 2/3 pagi yang lain tidur, gue begadang sendirian..jadinya gini nih gak fit besoknya.

Padahal perlu 3 – 4 hari untuk memulihkan stamina lagi. Abis agak sok iyeh juga nih kalau tidur, jadi gak bisa seenaknya harus ada bantal dan harus berselimut, baru bisa tidur tanpa sakit pas bangun nantinya.

huuuuuuuuu solusinya belum dapet nih, atau siap bantal dan selimut kalau mau lembur ya, siapnya ya harus bawa dari rumah…kesannya beneran mau kemping