Lama gak pernah nulis blog lagi…
Males…sibuk (klise)…repot tapi unsur males mendominasi banget.
Setelah libur lebaran ternyata ada satu decision penting nih…entah seberapa penting, tapi yang pasti rasanya lagi pengen ngubah arah angin…
Arah anginnya ya kehidupan ini, kalau boleh ngutip kata-kata Mario Teguh :
“Bukan kurangnya pengetahuan mu yang menghalangi keberhasilanmu, tetapi tidak cukupnya tindakanmu.
Maka jadilah jiwa yang berani”
Apa itu yang dari dulu banyak menyurutkan langkah kalau mau menghadapi sesuatu, tidak pernah berani untuk menjadi jiwa yang berani.
Apa pantas saat ini bila mengatakan “andai waktu diputar kembali” ah rasanya gak gitu deh…
Apa yang kurang? Apa?
Jawabnya gak ada.
Saat ini ada satu pertanyaan dalam benak, “bagaimana menjadi jiwa yang berani?”
Masih dicari jawabnya dan entah sampai kapan akan menemukannya.
Semoga Allah selalu meridhoi jalan dan kehidupan ini.
Menurut saya untuk menjadi jiwa yang berani :
1. Jangan pernah men “judge” diri kita sendiri bahwa kita tidak berani.
2. Kalau hubungannya sama manusia, semua manusia itu diciptakan sama & sederajat. Kita hanya perlu takut dengan Tuhan.
Itu pendapat saya & motivasi tersendiri untuk menjadi jiwa yang berani … saya juga terus belajar